Perlunya Perhitungan Struktur

Perhitungan struktur adalah perhitungan untuk menganalisa beban-beban yang bekerja pada bangunan atau yang mempengaruhi kestabilan bangunan, serta menghasilkan output berupa kebutuhan dimensi struktur dan sistem struktur yang tepat dan efisien. Dimana hasil dari perhitungan ini bertujuan untuk menghasilkan struktur bangunan yang Kuat, Aman, dan Ekonomis. Karena sebuah bangunan tidak cukup hanya tampak indah atau tampak bagus saja, namun bangunan tersebut harus dapat dipergunakan sesuai fungsinya serta memenuhi syarat Kuat, Aman, dan Ekonomis.

Struktur bangunan adalah penopang dari pertimbangan keamanan dan kenyamanan sebuah bangunan. Contoh sederhana, sebuah rumah. Tentunya anda akan merasa khawatir dan tidak nyaman memiliki sebuah rumah dimana anda tidak mengetahui seberapa kuat rumah anda untuk menopang beban orang, peralatan rumah tangga, furnitur, saat terjadi gempa, dan penurunan tanah yang mengakibatkan miringnya posisi bangunan, retak, atau muncul perbedaan elevasi lantai yang berakibat pada pecahnya keramik atau lantai marmer anda. Hal ini akan lebih besar pertimbangannya, bilamana kita bicara tentang bangunan gedung, gudang, jembatan, sistem penahan tanah, dermaga, breakwater, konstruksi dengan beban besar. Dimana variabel beban yang berperan atau berpengaruh akan lebih banyak lagi.

Mari kita mengenal betapa pentingnya perhitungan struktur bangunan. Dalam dunia Teknik Sipil, struktur bangunan yang baik memiliki 3 (tiga) syarat dasar, yaitu:

  1. Kuat
  2. Aman, dan
  3. Ekonomis

Struktur sebuah bangunan berkisar pada Struktur Bawah, yaitu pondasi, dan Struktur Atas yaitu, Kolom, Balok, Pelat, dan lain-lain. Dimana bagian-bagian tersebut memiliki peran penting dalam menahan beban serta mengalirkan beban yang diterima ke antar bagian dalam suatu proses.

Pada sebuah bangunan terdapat beberapa macam beban yang berpengaruh terhadap kestabilan dan kekuatan bangunan, antara lain:

  • Beban Hidup (Beban Orang, Beban Kendaraan, Beban lain yang sifatnya dapat berubah-ubah besarannya)
  • Beban Mati (Berat Sendiri Bangunan, Beban yang terproyeksi besar bebannya cenderung tetap)
  • Beban Gempa (Beban akibat terjadinya gempa berkaitan dengan ketinggian dan berat bangunan secara keseluruhan)
  • Beban Angin (Beban yang ditimbulkan akibat gerakan angin. Pada bangunan tinggi, beban angin ini sangat berpengaruh karena beban angin diketinggian tertentu tidak akan sama dengan beban angin di ketinggian 1 m)
  • Beban Hujan (Beban yang akan memepengaruhi atap)
  • Beban Gelombang Air Laut (Beban yang berpengaruh terhadap kestabilan bangunan yang diakibatkan air laut. Seperti bangunan dermaga atau breakwater)
  • dan Beban-Beban lain

Beban ini akan ditopang oleh struktur atas dan disalurkan menuju struktur bawah. Struktur bawah akan menyalurkan beban kepada tanah dasar. Hal ini akan berkaitan dengan kondisi tanah. Tanah sebagai penopang bangunan, harus diketahui kemampuan atau daya dukungnya melalui suatu pengujian tanah. Hasil pengujian tanah akan menggambarkan daya dukung tanah dan variabel-variabel dukung tanah. Variabel tersebut digunakan untuk menentukan dimensi struktur bawah (Sistem Pondasi) yang tepat dan sesuai terhadap beban yang dimiliki bangunan. Misalnya, apakah diperlukan struktur pondasi dalam (Pondasi Pancang atau Pondasi Tiang Bor) atau cukup hanya menggunakan pondasi pelat atau struktur pondasi dangkal lainnya..

Struktur bangunan tanpa perhitungan yang tepat dan hanya perkiraan semata, akan menghasilkan pemborosan biaya dikarenakan dimensi struktur bangunan dapat menjadi terlalu besar dari yang seharusnya. Namun yang lebih berbahaya adalah kelemahan bangunan terhadap beban-beban yang bekerja pada bangunan, dikarenakan perkiraan tersebut menghasilkan dimensi struktur yang tidak kuat menahan beban-beban yang bekerja pada bangunan. Oleh karena itu, hindari kontraktor atau konsultan arsitek yang tidak dapat menunjukkan laporan perhitungan struktur dari bangunan yang akan anda bangun. Karena banyak kasus kegagalan atau keruntuhan yang terjadi, disebabkan perkiraan-perkiraan yang hanya berdasarkan keyakinan dari pengalaman secara empiris dan bukan sesuai dengan standar atau teori yang benar.

 

– Cistre Indonesia

Share and Follow:
Facebook0
Google+0
http://cistreindonesia.com/2017/01/05/perlunya-perhitungan-struktur/
Follow by Email
RSS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *